Mobil Pribadi Pertama di Indonesia

Posted: May 25, 2011 in Uncategorized

Indonesia orang pertama yang terdaftar sebagai pemilik mobil adalah Sunan Solo, pada tahun 1894. Mobilnya Benz merek, jenis Carl Benz, four-wheeler. Butuh waktu satu tahun persiapan untuk membuat, karena tipe ini memiliki banyak variasi menurut urutan Sunan. John.C.Potter penjual mobil mendapat kepercayaan untuk mengurus pengiriman dari Eropa.

Pada tahun 1907 salah satu keluarga kerajaan lain di Solo, Kanjeng Raden Sosrodiningrat Daimler untuk membeli sebuah merek mobil. Ini merek mobil mobil cukup mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang berpangkat tinggi. Mobil ini bekerja dengan kendaraan empat silinder sama yang digunakan oleh Gubernur di Batavia. Ada bahkan desas-desus yang Daimler dibeli oleh keluarga Sunan Solo, disebabkan oleh Sunan tidak ingin kehilangan prestise dengan Gubernur Jenderal. Sebelumnya, ketika Gubernur masih menggunakan Fiat merek mobil atau kereta ditarik oleh kuda 40, tidak ada yang berani untuk bersaing. Tapi tiba-tiba, Sunan Solo memesan mobil dari pabrik dan merek yang sama, Kanjeng Raden Sosrodiningrat Daimlernya mobil dipesan melalui Prottel & Co. Ni mobilnya… Indonesia orang lain yang juga keluarga kekaisaran yang memiliki mobil pribadi adalah Sultan Ternate pada tahun 1913. Keinginan untuk memiliki dan mengusir mereka sendiri ‘melatih setan’, memiliki merasa senang duduk di Raja Dick merek kendaraan dibawa oleh Belanda di tur Moluccas. Sultan sangat terkesan dan segera memesan mobil agar sesuai dengan kondisi lokal, bukan sebagai Raja Dick roda tiga, tapi Sultan Ternate ingin four-wheel kendaraan yang dapat diambil di mana saja ketika ia ingin. Ada juga orang Indonesia, sebagai pemilik mobil pertama ke wilayah, Pekalongan. Namanya Raden Mas Ario Tjondro, Bupati Berebes. Pada tahun 1904 mobil dianggap mondar-mandir di kota. Orient papan merek mobil, mobil yang dilengkapi dengan maju dan reverse gigi.

Tapi itu hanya memiliki satu silinder dan mengukur delapan PK, dan penggunaan rantai energi untuk menggerakkan roda. Kerusuhan pasar membeli dan menjual mobil, membangkitkan minat pengusaha kuat untuk bertindak sebagai importir mobil. Ide untuk terjun ke dunia perdagangan sektor, impor periode itu masih sangat jarang. Selain kurangnya kepastian hukum, juga Roh membeli masih dapat dihitung dengan jari-jari. Jadi bermunculanlah perusahaan menjanjikan mobil pengiriman manajemen layanan baru dari negara asal. Atau dari Eropa dari Amerika. Namun, ada hanya beberapa nama yang dapat berdiri untuk bertahun-tahun sebelum Perang Dunia II. Di antara mereka adalah RS Stockvis & Zonnen Ltd, yang tidak hanya mengurus pemesanan mobil Eropa dan Amerika, tetapi juga menyediakan lain-suku cadang yang dibutuhkan untuk mobil dan sepeda motor. Juga nama Verwey & Lugard dan Velodrome bermarkas di Surabaya.

Nama lain yang kurang menerima pesanan O’herne impor seperti pemilik mobil yang juga memiliki mobil Peugeot juga akhirnya tertarik untuk menjadi perantara seperti importir mobil yang merek. Juga nama H. Jonkhoff berangkat dari pengusaha untuk berinvestasi Piano kemudian untuk bertindak sebagai agen Amerika impor seperti merek mobil Ford, Studebaker dan output mobil Jerman, Darraq, Benz, Brasier, Berliet dan lain-lain. Ada juga upaya untuk membawa mobil Italia dan Perancis, yang pada waktu itu di Batavia kekurangan pasar. Tapi ternyata out, setelah dirawat dengan penerbitan / promosi produksi yang baik dari kedua negara yang begitu banyak yang dibeli, terutama kecil Fiat mobil merek sendiri tapi kuat. Cabang mobil importir tidak hanya di Batavia dan Surabaya, tetapi juga di Semarang, Bandung, Medan dan kota-kota lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s